Jumat, 21 September 2018

MAS.... AKU HAMIL.

Suatu sore, Ngadimin sedang asyik menikmati teh hijau susu kambing etawa (TeHiSuKE) yang belakangan ini sangat populer di cafe-cafe di kota-kota besar. Ngadimin benar-benar ingin menikmati suasana senja ini hanya dengan istrinya, yang belakangan terlihat sudah mulai berganti size dan model untuk dress nya lebih longgar, untuk tidak mengatakan sebenarnya istrinya sudah mulai gembrot tidak lincah seperti dulu saat mereka menikah.

Obrolan nostalgiapun meluncur dari sang istri saat kali pertama mereka berjumpa di sudut kampung istrinya di dusun ngemplak, desa Ndiweuk. Rumah calon mertua pada saat itu berada di sudut kampung dan tidak jauh dari bantaran sungai yang mengalir deras dari kaki bukit. Sopiyah, nama gadis desa itu, baru saja meuntas dari sungai dan membawa bakul berisi penuh dengan cucian baju, demikian awal obrolan di senja itu. Sepertinya mereka masih ingat betul peristiwa indah yang tiada pernah mereka lupakan, hingga pasangan ini sudah melahirkan anak dan sudah pada dewasa.

Ya, mereka berdua ketawa-ketiwi di cafe yang memiliki bukaan lebar-lebar bercat warna hijau tua, dan terkesan bangunan peninggalan belanda, mereka seolah tiada beban dalam hidup ini, mereka diusainya yang sudah 40 an benar-benar menikmati hidup. Ngadimin sesekali mengisap kegemaranya, rokok kretek yang kini sudah langka dipasaran, bahkan nyaris punah Dilelan zaman. Lagian sapa sudi mengisap rokok kan berarti mamasukkan racun, apalagi rokok kretek, nyaris seperti dhukun tukang guna-guna orang. Hiii....

Lagi nikmatnya menghisap asap dalam - dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan ke udara ruang cafee itu, Ngadimin terbayang sosok molek bunga desa bebrapa tahun silam, whuiiiii.... aduhaiiii....
Tiba-tiba seorang wanita berparas putih nan ayu mendatangi Ngadimin, dan berkata lebut dan sopan.
"Mas... saya hamil....". kata wanita putih nan ayu ini.
Ngadimin langsung terbangun dari lamunanya, dan spontan bertanya: "Kamu Siapa...?" 

Sopiah sang istri langsung berdiri, dan melotot ke wanita putih nan ayu, sambil mengamati badanya yang perutnya terlihat bunting muda. 
"Akalku masih sehat" pikirnya, aku takmau dikadali suamiku, dan spontan dia berteriak ke Ngadimin.
 "Pura-pura bertanya kamu siapa, Lha wong sudah jelas-jelas hamil gitu kok !!", dan seketika itu "Gubraaaakkkk..!!!!" secangkir kopi arabica panas meghambur di wajahnya. 
Kericuhan kecil pun terjadi antara Ngadimin dan sang gembrot Sopiyah .

Si Wanita putih nan ayu yang sedang hamil muda, melangkah mendekat, dan gemeteran melihat adegan ini, lalu menjelaskan dengan nada yang masih terkontrol, sopan dan halus, sehalus kulit wajahnya.
"Maaf Ibu dan Bapak, saya sedang hamil, mohon tidak merokok disini".

"Merokok mengganggu kesehatan Janin dan Menyebabkan muka disiranm Kopi Panas"

Iklan Layanan Masyarakat ini disampaiakn oleh Sopiyah Gembrot





Tidak ada komentar:

Posting Komentar